TIPS DALAM MERAKIT PC
Memasang Prosessor
- Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.
- Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
- Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
- Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
- Turunkan kembali tuas pengunci.
Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas. Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
Memasang Modul memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
- Sesuaikan posisi lakukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
- Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
- Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
- Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
- Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
- Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
- Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
- Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
Memasang Power Suply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara
pemasangannya sebagai berikut:
- Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing.
- Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
- Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. (Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik.Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard).
- Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, CD ROM, CD-RW atau DVD
adalah sama sebagai berikut:
- Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
- Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
- Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
- Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
- Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
- Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
- Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
- Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard.
Memasang Card Adapter
- Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.Cara memasang adapter:
- Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
- Pasang sekerup penahan card ke casing.
- Hubungkan kembali kabel internal pada card bila ada.
Menghidupkan Komputer
Power On
Power supply menjalankan self test setelah switch power on. Jika semua level tegangang sudah dalam kondisi yang Semestinya, power supply mengirim sinyal power good. Waktu normal yang di butuhkan dari power on sampai muncul power good antara 0,1 - 0,5 detik.
Boot Sistem
Boot sistem adalah suatu fasilitas yang di buat pada saat Instalasi partisi harddisk dan digunakan untuk proses loading pertama kali pada suatu sistem operasi, boot sistem disimpan di cluster pertama atau yg sering di sebut master boot record.
Proses Booting
Boot adalah memasukkan (loading) sistem operasi ke dalam sistem komputer setelah komputer itu di nyalakan. CPU akan menjalankan program BIOS yang tersimpan di dalam ROM. BIOS akan melakukan pemeriksaan kondisi memori dan semua peralatan yang di hubungkan ke komputer.
Prosedur Troubleshooting
Pelacakan kerusakan di batasi sampai level modul (belum Sampai perbaikannya ). Dengan prosedur sebagai berikut :
- Lepas semua modul PC kecuali mainboard, power supply, memori, VGA card, dan speaker, nyalakan pc jika ternyata komputer tidak bisa menyala, periksa kedudukan VGA card, memori, tombol reset dan konektor power supply.
- Pasang floppy disk dan lakukan pengujian pada BIOS jika floppy disk tidak di kenali oleh BIOS berarti floppy disk atau card I/O nya yg jadi masalah.
- Pasang harddisk dan lakukan pengujian, jika tidak bisa jalan periksa kabel; data harddisk ( terbalik atautidak pemasangannya). Jika tetap tidak jalan berarti harddisknya yang menjadi sumber masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar